
Ini pertama kali aku menginjakan kaki di sebua Universitas Negri di kota tetanggaku. Kepalaku sedikit pusing melihat ratusan mahasiswa baru hilir mudik mengurus berkas pendaftara. Aku menyeka keringat yang mulai bercucuran di dahiku dengan selembar tysu putih. Kruk... Kruk... kuelus perutku yang mulai menjerit minta di isi, rasanya perih sekali, dari pagi tadi aku tidak makan apa-apa, kecuali segelas teh hangat.
"permisi...permisi" ujarku menerobos masuk kekerumunan mahasiswa baru yang berdesakan melihat Nomor Pokok Mahasiswa. Mataku menjelajahi nama-nama yang bercecer di kaca, akhirnya aku menemukan namaku, ini dia.... aku keluar dengan susah payah
"eh, anak komunikasi yah?" aku menoleh ke arah sumber suara. Kukira dia kakak tingkatku, perempuan itu melepar senyum kearahku. Aku mengangguk. ia mengulurkan tanganya...
"Tanti..." ia menyebutkan namanya cepat
"Rara..." kusambut uluran tanganya
"kalo kamu butuh bantuan, kamu boleh nanya-nyanya di stan anak-anak komunikasi, tuh" telunjuknya mengarah ke sebuah meja yang di kelilingi oleh mahasiswa yang memakai jaket almamater biru.
"oh ya kak..."
"ayo..." perempuan yang baru beberapa menit aku kenal itu menarik tanganku kearah teman-temanya, seperti kerbau yang di tusuk hidunganya aku hanya mengikuti gerak kakinya yang begitu lincah
"hallow... ini ada adikku... namanya Rara. Kenalin...kenalin" aku menyambut telapak tangan mereka satu-satu. Dan akhirnya selama setengah hari aku di temani oleh kak Tanti, terus terang awalnya aku bingung kenapa dia dengan relah hati membantu proses pendaftaranku di Rektorat, hampir semuanya dia yang mengerjakanya dan aku hanya menunggu... belakangan aku tau, maksutnya apa... setelah semuanya selsai, baru perempuan yang berpostor tubuh tinggi itu menjelaskan panjang lebar. Mungkin inilah pendekatan para aktivis kampus untuk merekrut anggota baru
"sudah punya recana gak pengen masuk ke Organisasi mana? kalo memilih organisasi sebaiknya yang berbobot yang menunjang kegiatan akademik kamu" aku hanya manggut pura-pura paham... ia menyodorkan beberapa selembaran tentang organisisasinya.
"okey deh kak. Nanti akan kupertimbangkan. Makasih atas semuanya. Aku mau pulang dulu" aku beranjak dari dudukku, tapi buru-buru di tahanya
"kamu ngekos di mana?"
"Hijau Indah"
"jauh yah. Udah makan belum?"
"belum..."
"kebetulan kakak juga mau pulang. Gimana kalo kamu main kekosan kakak, sekalian kita makan di sana. Soalnya tadi pagi kakak masak... mau yah. Ayolah..." Aku tak kuasa menolak ketika tangannya sudah menggenggam telapak tanganku, lagi-lagi aku mengikuti kak Tanti...
Aku tak pernah menyangak jika perkenalan pertamaku pada kak Tanti akan membawaku pada sesorang yang merubah hidupku, dia adalah sahabat kak Tanti... seseorang yang pertama kali ku temui di sebuah keramaian kota, dan itu sungguh memalukan... aku tersesat, karena memang aku baru pertama kali itu keluar kosan, dengan mencoba memberanikan diri tanpa di temani oleh siapapun, sebenarnya teman-temanku sudah menawarkan diri untuk menemani, tapi dengan angkuh aku menolak... aku panik, karena kaki ku sudah sangat letih. Tuhan...tiba-tibsa saja terpikir olehku untuk memangil seorang yang lewat di depanku...
"eh mbak, maaf nanya. Aku mau pulang ke hijau Indah, tapi gak tau rutenya..." malu... ia tersenyum, matanya tajam dan kulitnya sawo mateng
"sebentar yah..." ia mengantarku sampai di depan kosan... tapi sebelum aku menanyakan siapa namanya dia sudah pergi, tapi aku masih mengingat lekuk wajahnya yang begitu ramah...
"permisi...permisi" ujarku menerobos masuk kekerumunan mahasiswa baru yang berdesakan melihat Nomor Pokok Mahasiswa. Mataku menjelajahi nama-nama yang bercecer di kaca, akhirnya aku menemukan namaku, ini dia.... aku keluar dengan susah payah
"eh, anak komunikasi yah?" aku menoleh ke arah sumber suara. Kukira dia kakak tingkatku, perempuan itu melepar senyum kearahku. Aku mengangguk. ia mengulurkan tanganya...
"Tanti..." ia menyebutkan namanya cepat
"Rara..." kusambut uluran tanganya
"kalo kamu butuh bantuan, kamu boleh nanya-nyanya di stan anak-anak komunikasi, tuh" telunjuknya mengarah ke sebuah meja yang di kelilingi oleh mahasiswa yang memakai jaket almamater biru.
"oh ya kak..."
"ayo..." perempuan yang baru beberapa menit aku kenal itu menarik tanganku kearah teman-temanya, seperti kerbau yang di tusuk hidunganya aku hanya mengikuti gerak kakinya yang begitu lincah
"hallow... ini ada adikku... namanya Rara. Kenalin...kenalin" aku menyambut telapak tangan mereka satu-satu. Dan akhirnya selama setengah hari aku di temani oleh kak Tanti, terus terang awalnya aku bingung kenapa dia dengan relah hati membantu proses pendaftaranku di Rektorat, hampir semuanya dia yang mengerjakanya dan aku hanya menunggu... belakangan aku tau, maksutnya apa... setelah semuanya selsai, baru perempuan yang berpostor tubuh tinggi itu menjelaskan panjang lebar. Mungkin inilah pendekatan para aktivis kampus untuk merekrut anggota baru
"sudah punya recana gak pengen masuk ke Organisasi mana? kalo memilih organisasi sebaiknya yang berbobot yang menunjang kegiatan akademik kamu" aku hanya manggut pura-pura paham... ia menyodorkan beberapa selembaran tentang organisisasinya.
"okey deh kak. Nanti akan kupertimbangkan. Makasih atas semuanya. Aku mau pulang dulu" aku beranjak dari dudukku, tapi buru-buru di tahanya
"kamu ngekos di mana?"
"Hijau Indah"
"jauh yah. Udah makan belum?"
"belum..."
"kebetulan kakak juga mau pulang. Gimana kalo kamu main kekosan kakak, sekalian kita makan di sana. Soalnya tadi pagi kakak masak... mau yah. Ayolah..." Aku tak kuasa menolak ketika tangannya sudah menggenggam telapak tanganku, lagi-lagi aku mengikuti kak Tanti...
Aku tak pernah menyangak jika perkenalan pertamaku pada kak Tanti akan membawaku pada sesorang yang merubah hidupku, dia adalah sahabat kak Tanti... seseorang yang pertama kali ku temui di sebuah keramaian kota, dan itu sungguh memalukan... aku tersesat, karena memang aku baru pertama kali itu keluar kosan, dengan mencoba memberanikan diri tanpa di temani oleh siapapun, sebenarnya teman-temanku sudah menawarkan diri untuk menemani, tapi dengan angkuh aku menolak... aku panik, karena kaki ku sudah sangat letih. Tuhan...tiba-tibsa saja terpikir olehku untuk memangil seorang yang lewat di depanku...
"eh mbak, maaf nanya. Aku mau pulang ke hijau Indah, tapi gak tau rutenya..." malu... ia tersenyum, matanya tajam dan kulitnya sawo mateng
"sebentar yah..." ia mengantarku sampai di depan kosan... tapi sebelum aku menanyakan siapa namanya dia sudah pergi, tapi aku masih mengingat lekuk wajahnya yang begitu ramah...
berarti banget yakz orang ini bagi km? aku tnggu crita selanjutnya
BalasHapusdia sangat berarti dalam hidupku, dia adalah segalanya. aku tak ingin masa lalu itu hilang, aku trus ingin mengenangnya lewat tulisan ku
BalasHapusTliS aN Km bKiN aQ PeNaSaRan,,,
BalasHapuscha penasaran sm cerita selanjut ny nhi....
BalasHapus^^