"Jadi? kamu sudah mempunyai orang lain Cubi?" kujawab dengan diam...coba ku meraba sisi hatiku dimana di sana pernah ada kamu, aku merangkak menemukan serpihan cintaku, iya... ku temukan dibilik hatiku yang telah hancur... di sana cinta dan kasih sayangku dulu pernah ada. Apakah kau tau, ketika kau meninggalkan bilik ini, aku meringkuk menuggumu di malam-malam sepi menahan sakit luar biasa dengan semua prasangka yang membuat otak dan hatiku tidak lagi singkron. Apakah kau pernah mencoba memahami cintaku sebenarnya? semua impianku berterbangan ibarat debu ditiup angin, tak ada lagi yang tersisa...
"Cubi..."
"Aku pergi, ada orang lain yang menungguku..." aku berlalu membawa semua hati dan impian kita. Aku tak coba menoleh kembali. Walaupun, tanpa kau tau akupun terisak, ketika kau manangis mencoba mencegahku.
Aku... akan kehilanganmu, tak akan ada yang tau, betapa kau sangat berharga bagiku, tapi... kau tak pernah menghargai perasaan itu. Aku berhak mendapatkan orang yang mencintai aku, aku berhak untuk bahagia... aku tidak akan mengorbankan sepotong hati ini bersamamu untuk kau siksa setiap waktu. Karena hidupku terlalu berharga tuk sekedar ku korbankan untuk sesuatu yang tak pasti seperti ini... Aku punya impian, yang ingin aku capai bersama orang yang mencintai aku
"Kau juga punya impian. Capailah impianmu. Bahagialah... Selamat tinggal untuk selama-lamanya" kata terakhir untuk mu...
Maaf kan aku... kau ingat dulu, ketika aku bercerita tentang lukisan padamu...
"cinta dan hati itu ibarat kanvas dan cat minyak... cinta itu ibarat kanvas yang dilukis dengan cat minyak, dia akan menyatu... indah atau tidak sebuah lukisan jangan pernah kau hapus, karena jika kau paksakan menghapusnya, dia akan robek... biarkan dia dengan lekuk-lekuk warnanya, jika lukisan mu sudah selesai, pajang dia... dan suatu saat kau akan melihatnya, dan memahami arti lukisan itu... karena kau pernah mengukir sebuah lukisan..."
Begitupun aku. Walaupun pergi darimu. Kau tak-kan pernah hilang dalam hati dan ingtan ku. Ku bawa lukisan hatimu... bersamaku
"Cubi. Kumohon jangan tinggalkan aku. Bukankah kau pernah bilang, sejauh apapun kita pergi, kita tidak-akan pernah lupa jalan pulang kan?" sebenarnya... aku ingin kembali berbalik dan memelukmu. Tapi, aku tidak kau butuhkan lagi... aku trus saja berlalu dari mu semakin jauh, hingga-ku dengar teriakan mu...
"Pergilah kamu Cubi. Tapi ingat! kamu akan melihat aku hancur. Akan kubawa cinta ini sampai aku mati... Tuhan aku benci padaMu karena lagi-lagi kau membuat orang yang aku cintai pergi dariku" semakin perihlah hatiku mendengar jeritan itu... Aku trus saja menjauh, hingga menghilang dikabut hati. Keputusan ku, adalah pergi dari hidup mu... Jika dulu, aku selalu takut dengan ancaman mu... Sekarang, tidak...!!! apapun yang kau lakukan pada hidupmu, aku sudah mencoba menjadi yang yang terbaik... Namun kau gagal menghargai perasaan seseorang yang mencintaimu secara tulus.
* * *
Malam ini sepi... Tidak kusadari jika kelopak mataku sudah basah... Ternyata, semuanya sudah selesai Bebe... kita sudah terpisah... bunyi handphone membuyarkan kesedihanku. Sebuah panggilan"Ya hallo..."
"sayank..." dari sesorang yang telah mengisi kekosongan hatiku. Aku akan menghargai dia Bebe... Karena dia mencintai aku, dan aku mencintai dia...
"Ih, ditanya juga..."
"Iya... Sudah..."
Bebe... lukisanmu, telah kupajang didinding hatiku... aku sering menatapnya, walaupun terkadang meninggalkan ngilu... apakah kau masih berpikir untuk menatap bintang bersamaku? semoga ada orang yang bisa mencintaimu tulus dan menerimamu apa adanya...
SELESAI....
Rel ga suka sama kata" ini Ra
BalasHapusTuhan aku benci padaMu karena lagi-lagi kau membuat orang yang aku cintai pergi dariku"
Maaf, seperti pengalaman rel sebelumnya.. Dulu rel pernah ngomong kata" yg ra tulis. Tapi akhirnya rel di sentil sama Tuhan.. en harus balik lg ke Tuhan.. ternyata apa yang Tuhan lakukan untuk hidup Rel, saat rel bilang Benci.. Semua itu rel sesalin.. Karna hasilnya sekarang Jauh lebih baik dr sebelumnya. Sekarang Rel serahin semuanya sama TUhan.. apapun keputusannya.. baik or buruk Rel terima..
Maaf jd panjang gini, tp Rel ga mau ra kek rel waktu dl.. :)
iya, kenapa harus pakek nama Tuhan segala kalo orang tu ninggalin? jangan begitu pasti Tuhan mempunyai rahasia di balik pengalaman itu
BalasHapus:P Relz, kadang ketika hati dan pikiran kalut entah kita sadar atau tidak apa yang kita ucapkan... mungkin itu sekedar ucapkan untuk meyakinakan seseorang... tapi sebenarnya itu ucapan bukan dari hati... tapi emosi sesaat
BalasHapusIc ra.. :) Rel ngerti kok. Jangan pernah benci sama Tuhan ya ra.. BUkan rel menggurui km ya ra >,< jgn pernah mikir rel bawel. Cm sedikit nasehat dr temen he5..
BalasHapusIya Relz... makasih..... atas nasehatnya :) iyahhh deh..... makasih juga dah panjang-panjang kasih comen.. tadinya sih aku pikir nasehatnya Relz... bakalan aku jadikan postingan aja hehehehe... becanda..becanda :)
BalasHapus