Semua ku sesali nyata cintamu kasih
tak sempat terbaca hatiku
malah terabai olehku
lelah ku sembunyi, tutupi maksud hati
yang justru hidup karena mu dan bisa mati tanpa mu
andai saja aku masih punya kesempatan kedua
pasti akan ku hapuskan luka mu
menjaga mu
memberi mu, segenap cinta
ku sadari tak selayaknya
selalu penuhi kecewa
kau lebih pantas bahagia
bahagia karena cinta ku
......
Sepenuh hati nada-nada lagu dari Tangga kudengarkan dengan seksama. Tiba-tiba saja ada perasaan yang menyakitkan, seolah-olah meremas-remas sisi hatiku. Aku merasa gagal... aku merasa kecewa... pada diriku sendiri... karena lemah dalam memperjuangkan cintaku, selalu saja berguguran. Entah mengapa hatiku tergerak pagi itu untuk mendengar suaranya....
"Hallo... Cubi" dan kudengarlah tangisanya di pagi yang buta. Aku membisu... suara serak dan agak cadel itu sungguh kurindukan. Suara wanita yang tak sempurna menyebut huruf eR. Seorang wanita yang kucintai sepenuh hatiku, yang tak bisa benar-benar aku lepaskan. Seorang wanita yang ingin kuberikan kebahagian dengan keterbatasanku, seorang wanita yang selalu menangis ketika mendengar kata-kata kasar dari bibirku, seorang wanita yang selalu memanjakanku di malam-malam sepi... seorang wanita yang mau melakukan apa saja demi kebahagiaanku. Wanita itu pernah salah, tapi dia selalu mencoba untuk memperbaikinya...
"Cubi, jangan tinggalkan aku..." suaranya semakin serak
"Bangunlah. Sudah pagi..." hanya itu yang keluar dari bibirku. Tak terucap kata rindu di bibirku.
Aku tak bisa benar-benar melepas cintaku pada siapapun yang aku singgahi atas nama cinta dan kasih sayang... Maaf, inilah aku, mencoba memberi cinta dan tak mampu menariknya kembali seutuhnya... Aku hanya bisa memberikan cinta dan kasih sayang semampuku. Jika mereka bilang aku adalah seorang penjahat hati, katakanlah... apa salah cinta? dia tak punya mata untuk menuju siapa saja...
"Berarti di hati kamu banyak ruang untuk cinta?" pertanyaan ini pernah muncul dari seorang wanita yang mengisi bilik hatiku yang lain
"Iya... ada tiga wanita yang mengisi ruang hatiku saat ini. Pertama adalah seorang wanita yang selalu mencoba memberikan pengorbanan dia sebagai kekasih. Kedua, seorang wanita yang aku hormati dengan segenap jiwaku, yang selalu membawa keceriaan, yang aku cintai dengan sepenuh hatiku. Ketiga seorang wanita yang selalu merasa bersalah karena memberika setengah hatinya untukku, dan tak pernah mampu mengakui perasaannya... Tak akan ada orang yang benar-benar mengerti perasaan itu, perasaan yang mengalir begitu saja dalam hatiku, peasaan yang membuat kakiku trus melaju di bawah langit-langit impianku yang begitu keras ingin kuraih... mereka adalah wanita-wanita yang mengisi relung-relung hatiku, dan ketiganya ingin kuakui sebagai kekasihku"
"Tapi, suatu saat kamu harus memilih salah satu" kujawab dengan desahan nafas yang panjang. Wanita yang ku ajak bicara ini, menahan sesak di hatinya...
"Siapa wanita yang ketiga?" akhirnya, muncul juga pertanyaan itu. Tak sempat ku jawab aku berlalu darinya...
"Aku tak akan bisa benar-benar melepaskan perasaanku... karena cinta bukan untuk dilupakan"
"Kamu..." tak ada kata-kata lagi yang bisa dia keluarkan kecuali isakan campur kecewa. Maaf, kau sangat berarti bagiku. Kau ingat pembicaraan malam itu...
"aku tidak mau berpacaran denganmu kemudian putus begitu saja, atau aku harus menunggumu untuk menikah dengan seorang laki-laki. Sungguh aku tak bisa. Sebaiknya kamu tinggalkan aku saja jika begitu. Karena aku mencari pasangan hidup"
"Baik aku tidak akan menikah dengan laki-laki" walupun jawaban itu masih ragu-ragu, tapi aku yakin kau benar-benar ingin meyakinkan aku bahwa kau benar-benar serius.
Apa aku egois?
ingin memiliki wanita-wanita yang kuberi kasih sayang dan cinta...
Wanitaku... Maafkan kekasihmu...
tak sempat terbaca hatiku
malah terabai olehku
lelah ku sembunyi, tutupi maksud hati
yang justru hidup karena mu dan bisa mati tanpa mu
andai saja aku masih punya kesempatan kedua
pasti akan ku hapuskan luka mu
menjaga mu
memberi mu, segenap cinta
ku sadari tak selayaknya
selalu penuhi kecewa
kau lebih pantas bahagia
bahagia karena cinta ku
......
Sepenuh hati nada-nada lagu dari Tangga kudengarkan dengan seksama. Tiba-tiba saja ada perasaan yang menyakitkan, seolah-olah meremas-remas sisi hatiku. Aku merasa gagal... aku merasa kecewa... pada diriku sendiri... karena lemah dalam memperjuangkan cintaku, selalu saja berguguran. Entah mengapa hatiku tergerak pagi itu untuk mendengar suaranya....
"Hallo... Cubi" dan kudengarlah tangisanya di pagi yang buta. Aku membisu... suara serak dan agak cadel itu sungguh kurindukan. Suara wanita yang tak sempurna menyebut huruf eR. Seorang wanita yang kucintai sepenuh hatiku, yang tak bisa benar-benar aku lepaskan. Seorang wanita yang ingin kuberikan kebahagian dengan keterbatasanku, seorang wanita yang selalu menangis ketika mendengar kata-kata kasar dari bibirku, seorang wanita yang selalu memanjakanku di malam-malam sepi... seorang wanita yang mau melakukan apa saja demi kebahagiaanku. Wanita itu pernah salah, tapi dia selalu mencoba untuk memperbaikinya...
"Cubi, jangan tinggalkan aku..." suaranya semakin serak
"Bangunlah. Sudah pagi..." hanya itu yang keluar dari bibirku. Tak terucap kata rindu di bibirku.
Aku tak bisa benar-benar melepas cintaku pada siapapun yang aku singgahi atas nama cinta dan kasih sayang... Maaf, inilah aku, mencoba memberi cinta dan tak mampu menariknya kembali seutuhnya... Aku hanya bisa memberikan cinta dan kasih sayang semampuku. Jika mereka bilang aku adalah seorang penjahat hati, katakanlah... apa salah cinta? dia tak punya mata untuk menuju siapa saja...
"Berarti di hati kamu banyak ruang untuk cinta?" pertanyaan ini pernah muncul dari seorang wanita yang mengisi bilik hatiku yang lain
"Iya... ada tiga wanita yang mengisi ruang hatiku saat ini. Pertama adalah seorang wanita yang selalu mencoba memberikan pengorbanan dia sebagai kekasih. Kedua, seorang wanita yang aku hormati dengan segenap jiwaku, yang selalu membawa keceriaan, yang aku cintai dengan sepenuh hatiku. Ketiga seorang wanita yang selalu merasa bersalah karena memberika setengah hatinya untukku, dan tak pernah mampu mengakui perasaannya... Tak akan ada orang yang benar-benar mengerti perasaan itu, perasaan yang mengalir begitu saja dalam hatiku, peasaan yang membuat kakiku trus melaju di bawah langit-langit impianku yang begitu keras ingin kuraih... mereka adalah wanita-wanita yang mengisi relung-relung hatiku, dan ketiganya ingin kuakui sebagai kekasihku"
"Tapi, suatu saat kamu harus memilih salah satu" kujawab dengan desahan nafas yang panjang. Wanita yang ku ajak bicara ini, menahan sesak di hatinya...
"Siapa wanita yang ketiga?" akhirnya, muncul juga pertanyaan itu. Tak sempat ku jawab aku berlalu darinya...
* * *
"Aku merasa gagal meyakinkanmu. Percuma saja apa yang kulakukan selama ini. Kau tetap saja tidak bisa lepas darinya" meledaklah tangis wanita yang selalu terlihat ceria di depanku."Aku tak akan bisa benar-benar melepaskan perasaanku... karena cinta bukan untuk dilupakan"
"Kamu..." tak ada kata-kata lagi yang bisa dia keluarkan kecuali isakan campur kecewa. Maaf, kau sangat berarti bagiku. Kau ingat pembicaraan malam itu...
"aku tidak mau berpacaran denganmu kemudian putus begitu saja, atau aku harus menunggumu untuk menikah dengan seorang laki-laki. Sungguh aku tak bisa. Sebaiknya kamu tinggalkan aku saja jika begitu. Karena aku mencari pasangan hidup"
"Baik aku tidak akan menikah dengan laki-laki" walupun jawaban itu masih ragu-ragu, tapi aku yakin kau benar-benar ingin meyakinkan aku bahwa kau benar-benar serius.
* * *
Tanggung jawab hati... ucapan dan perasaan. Wanita-wanita yang aku cintai...cobalah mengerti jika perasaan ini bukan main-main... aku hannya mencoba mencintai secara sempurna sebagai kekasih...Apa aku egois?
ingin memiliki wanita-wanita yang kuberi kasih sayang dan cinta...
Wanitaku... Maafkan kekasihmu...
Sis.. kok sedih banget ini postingannya.. duuh.. cheers up yah.. mungkin semuanya cuma waktu yang bisa menjawab? hehe.. :) anyway.. thx yah dah mampir di blogkuw.. :)
BalasHapusOkey Jen. Semoga aja waktu mampu menjawab pilihan hati yang tepat, walupun sebenarnya cinta itu bukan pilihan :)
BalasHapusgw rasa cinta itu cuma buat satu orang dan yang lainnya mungkin kamu sayank aja. Kasian dong cewek-cewek ntu kalo kamu gituin,ujung-ujungnya kamu tetap harus milih satu orang dari mereka
BalasHapussalam kenal Ray
cinta dan waktu pasti jalannya berbarengan.. ^^
BalasHapusRa... Kayaknya ada kesamaan konflik deh...discuss yuk!!
BalasHapusBoleh vi...
BalasHapuskapan aja :P
manajemen konfliknya beda kalee yah kita berdua :)