"Kau masih punya kesempatan untuk kembali pulang dan menjalani hidup mu seperti perempuan lainnya. Kau harus mempunyai anak untuk menjaga mu kelak. Di hatimu masih menerima laki-laki, kau begini hanya karena sakit hati, bukan karena dari kecil, dan kamu masih bimbang akan jalan hidup yang sedang kamu tempuh.... Jalan yang kau tapaki kini belum begitu jauh, lihat di sana... masih terlihat gerbang pertama kali kau melangkah..." banyaknya kata-kata ku yang bertebangan dari bibir tak membuat nya bergeming. Dia tetap bersikeras, jika dia tetap ingin menjadi seorang lesbian, padahal dia pernah mencintai dan berhubungan dengan laki-laki, bahkan menurut ku dia tetap mau menerima laki-laki dalam hidupnya, walupun katanya sudah "jijik"
beberapa kali dia mendesah nafas lalu membisu.
"laki-laki dan perempuan itu sama saja. Toh perempuan juga menyakitimu kan?" lanjutku sangat hati-hati, aku tak mau hatinya yang sensitif tergores dengan kata-kata yang akan aku keluarkan.
"kamu tau? hati ku sudah terlalu nyaman dengan perempuan. Aku ingin mencintai dan menyayangi mereka...aku tidak mau lagi menjalani hidup ku dengan laki-laki" aku menggaruk-garuk hidungku mencoba berpikir kata apa yang tepat agar dia mengerti. Mendengar cerita nya tentang laki-laki yang pernah masuk dalam hidupnya, aku paham betapa besarnya cintanya untuk sang mantan kekasih yang pergi kemudia menghianatinya padahal dia suda memberikan semuanya untuk laki-laki itu.
"Yah, sudah" sunyi... Sebenarnya aku tidak mau berkata sok bijak begini padanya. Tapi setelah mendengar isak tangisnya ketika mencerita kan tentang laki-laki itu, aku mengerti. Lalu bagaimana denganku? aku hanya bisa menjawab : aku memang dari dulu sudah begini dari kecil tak bisa menerima laki-laki sebagai pacar ataupun suami, inilah jati diriku sebagai LESBIAN, aku begini bukan karena siapapun dan apapun, tapi Genitik yang mengharuskan aku mencintai sesama jenis
Betapa banyak wanita yang akhirnya meralih mencintai wanita, hanya karena patah hati dengan laki-laki, dan tidak tahan betapa egoisnya laki-laki... menurutku itu bukanlah alasan yang masuk akal, menjadi kan diri sendiri Lesbian hanya karena mahluk yang bernama laki-laki... tidak! aku tak bisa menerimanya sama sekali. Sekejam-kejamnya laki-laki kita juga terlahir atas jerih payah laki-laki. Tidak semua laki-laki itu seperti teman-teman Lesbi bayangkan. Aku terbiasa hidup dengan para laki-laki yang membuatku nyaman... bapak serta kakak-kakak ku lah yang membuat aku berpikir bahwa laki-laki tak senegatif bayangan perempuan lesbi...
Jangan pernah mengatakan
"laki-laki semuanya sama... berengset!" Jangan. Aku tak bisa menerimanya. Jika berkata seperti itu, berarti wanita hanya di jadi kan tempat pelampiasan karena tidak ada mahluk ketiga di bumi ini selain laki-laki dan perempuan. Cinta dan hubungan terlahir dari hati dan tidak ada penghinaan atas mahluk lainya. Bagaimana pun kita tetap membutuhkan laki-laki... apapun alasan mu. Kau boleh mencintai perempuan, tapi jangan pernah meniadakan laki-laki dalam hidup mu....
beberapa kali dia mendesah nafas lalu membisu.
"laki-laki dan perempuan itu sama saja. Toh perempuan juga menyakitimu kan?" lanjutku sangat hati-hati, aku tak mau hatinya yang sensitif tergores dengan kata-kata yang akan aku keluarkan.
"kamu tau? hati ku sudah terlalu nyaman dengan perempuan. Aku ingin mencintai dan menyayangi mereka...aku tidak mau lagi menjalani hidup ku dengan laki-laki" aku menggaruk-garuk hidungku mencoba berpikir kata apa yang tepat agar dia mengerti. Mendengar cerita nya tentang laki-laki yang pernah masuk dalam hidupnya, aku paham betapa besarnya cintanya untuk sang mantan kekasih yang pergi kemudia menghianatinya padahal dia suda memberikan semuanya untuk laki-laki itu.
"Yah, sudah" sunyi... Sebenarnya aku tidak mau berkata sok bijak begini padanya. Tapi setelah mendengar isak tangisnya ketika mencerita kan tentang laki-laki itu, aku mengerti. Lalu bagaimana denganku? aku hanya bisa menjawab : aku memang dari dulu sudah begini dari kecil tak bisa menerima laki-laki sebagai pacar ataupun suami, inilah jati diriku sebagai LESBIAN, aku begini bukan karena siapapun dan apapun, tapi Genitik yang mengharuskan aku mencintai sesama jenis
Betapa banyak wanita yang akhirnya meralih mencintai wanita, hanya karena patah hati dengan laki-laki, dan tidak tahan betapa egoisnya laki-laki... menurutku itu bukanlah alasan yang masuk akal, menjadi kan diri sendiri Lesbian hanya karena mahluk yang bernama laki-laki... tidak! aku tak bisa menerimanya sama sekali. Sekejam-kejamnya laki-laki kita juga terlahir atas jerih payah laki-laki. Tidak semua laki-laki itu seperti teman-teman Lesbi bayangkan. Aku terbiasa hidup dengan para laki-laki yang membuatku nyaman... bapak serta kakak-kakak ku lah yang membuat aku berpikir bahwa laki-laki tak senegatif bayangan perempuan lesbi...
Jangan pernah mengatakan
"laki-laki semuanya sama... berengset!" Jangan. Aku tak bisa menerimanya. Jika berkata seperti itu, berarti wanita hanya di jadi kan tempat pelampiasan karena tidak ada mahluk ketiga di bumi ini selain laki-laki dan perempuan. Cinta dan hubungan terlahir dari hati dan tidak ada penghinaan atas mahluk lainya. Bagaimana pun kita tetap membutuhkan laki-laki... apapun alasan mu. Kau boleh mencintai perempuan, tapi jangan pernah meniadakan laki-laki dalam hidup mu....
Setujuuuuuuuuuuuuuuuu....
BalasHapusNice ra postingan yg ini.. menjelaskan km menjadi lesbi bukan karna seorang laki2. Kebanyakan wanita yg menjadi lesbi penyebabnya selalu 'Laki2'. Maaf, sebelumnya rel sempet berpikir km lesbi karna laki2. Tp semua persepsi itu salah..
BalasHapusRelz... dari SD sudah merasa berbeda dengan anak perempuan lainya memotovasi aku untuk menemukan perasaan aneh itu... dan ternyata aku tau... bahwa aku lesbian dan aku mnemukan jati diri ku dan membuta aku nyaman ketika ada perempuan lain yang bisa menintai aku :)
BalasHapusAku maaf kan kamu mempunyai pikiran bahwa aku lesbian karena kaum adam hhehheh... padahal aku gak pernah pacaran loh Relz dengan laki-laki hihihihihi
seperti komentar relz, kita yang tidk tahu menahu sering beranggapan wanita menjadi lesbian dikarenakan mereka terlalu sakit hati dengan yang namanya lelaki. Bisa mendapat pengetahuan baru...
BalasHapuskalo seorang perempuan menjadi lesbi "hanya" karena laki2... itu kemungkinan besar sih cuma pelarian... yah... gimanapun juga lari dari masalah itu juga ga baek...
BalasHapusitu menurutku lho ^^
menjadi lesbi jangan karena orang lain dong, mosok karena sakit ati ma cowok jai sengsara kayak begitu
BalasHapustulisan anda lumayan bagus, apalagi diangkat dari ide yang memberontak. tatapi jika anda melaburi tulisan itu dengan sentuhan sedikit dibumbuhi metafor, pasti akan lebih menyentuh.
BalasHapushhmmm...boleh ikut comment kan?
BalasHapuslesbian?? qu pure dari kecil. satu hal yang ku sadari ntah kenapa aku ga pernah bisa mencintai laki2 dan qu juga bukan pembenci mereka. menurutku pure lesbian itu, perempuan yang mencintai perempuan layaknya seorang laki-laki normal mencintai seorang perempuan normal... ga ada trauma... atau pun hanya menjadikannya life style semata... lesbian sesungguhnya pasti saling bicara dengan hati bukan dengan nafsu atau apapun... itu yang ku rasain..[www.bataslangitku.blogspot.com]
waduh..karena gw lelaki jd kabur aja dehh...:)
BalasHapusiya nih, ga masuk akal... kalo jadi lesbi karena lingkungan, ato karena emang ada kelainan di dalam dirinya, mungkin aku masi maklum...
BalasHapustapi kalo gara² pata ati gara2 laki2, itu yang ga masuk akal... itu namanya gak berani menghadapi kegagalan, dan gak berani nyoba lagi...
lesbi juga manusia
BalasHapusgue setuju ama loe...tidak semua lesbian karena disakitin oleh para pria,namun itulah jati diri para lesbian...kalau perempuan jadi lesbi karena cowok mungkin itu bukan lesbi tetapi karena mereka trauma ama para cowok...tapi apa loe harus seperti ini buat selamanya tanpa ada pria di hidup kamu?
BalasHapussakura..
BalasHapusjadi itu alasan qm..
ok deh..
bisa dimengerti..
-iaz-
menurut aku, lesbi itu hal yg wajar utk masa sekarang, karna cinta ngk melihat kelamin, klu kamu nyaman yah lanjutkan aja, kan masing2 bisa bertanggung jawab atas yg mrka perbuat, jd engk ambil pusing dengan hal2 yg menurut aku suka sama suka...
BalasHapusmenurut aku, lesbi itu hal yg wajar utk masa sekarang, karna cinta ngk melihat kelamin, klu kamu nyaman yah lanjutkan aja, kan masing2 bisa bertanggung jawab atas yg mrka perbuat, jd engk ambil pusing dengan hal2 yg menurut aku suka sama suka...
BalasHapusyaa ketika qta nyaman sama apa yg qtq jalaniin aja .
BalasHapusak yg merasa punya kelainan saat melihat sesosok PEREMPUAN!
prasan itu ga bisa ak pungkiri , klo ak seorag lesbi .
jd seorang lesbi itu ribet loh .
susah klo mu kmn2 , tempat paling comfort cm cLub!
bosen pgn suasana baru yg lebih bebas .
Engga setuju..
BalasHapusIni gara2 laki-laki..
Smuanya busuk.. sucks
Redtube
BalasHapusak bingung.. -_-'
BalasHapusda yg aneh dg diriku..
ak lbh "comfort" ma cewe ketimbang cowo.
apa bisa dikatakan lesbi?