
Ketika aku hanya bisa bercerita bersama kelamnya malam, dan merajut kecewa sendiri... Seorang gadis mencoba mengusik kesunyianku dengan gelegar tawanya. Awalnya, aku tak bergeming dengan kehadirannya... Hatiku tak beranjak sedikit pun, tak terpesona betapa ceria gadis itu. Aku tak menatap nya, walupun aku tau dia tetap berdiri di sana, di balik awan mengawasiku, mencoba duduk di sampingku dan mendengarkan cerita kecewaku...
Diam-diam aku mulai meliriknya...
Gadis itu menarik sekali, dia kembali tertawa begitu ceria
aku tertarik, ku hampiri, kukatakan bahwa aku sedang PATAH HATI, diberikanya aku senyum termanisnya...
Dan ternyata, aku harus bertemu dengan gadis yang suasana hatinya tak jauh berbeda dengan ku, di penuhi rasa sakit dan kecewa yang merobek-robek hati. Kenapa dia berbeda dengan gadis lain? dia bisa membuat au tertawa begitu lepas... Inginku genggam tangannya, dan ku bisikan ditelinga sang gadis yang mengintip ku diam-diam di balik awan....
"Terima kasih karena telah mengusik sepi ku"
Diam-diam aku mulai meliriknya...
Gadis itu menarik sekali, dia kembali tertawa begitu ceria
aku tertarik, ku hampiri, kukatakan bahwa aku sedang PATAH HATI, diberikanya aku senyum termanisnya...
Dan ternyata, aku harus bertemu dengan gadis yang suasana hatinya tak jauh berbeda dengan ku, di penuhi rasa sakit dan kecewa yang merobek-robek hati. Kenapa dia berbeda dengan gadis lain? dia bisa membuat au tertawa begitu lepas... Inginku genggam tangannya, dan ku bisikan ditelinga sang gadis yang mengintip ku diam-diam di balik awan....
"Terima kasih karena telah mengusik sepi ku"
* * *
Kau tak salah ada di sini sayang...
Tak salah juga malam menemukan cinta
Gerimis hatiku
kau sirnakan dengan mentari pagi mu
Jangan merasa bersalah
karena, aku masih menunggu siang
di ujung jalan itu
Kau datang
sungguh aku senang
Jangan pergi lagi
Tetap lah di sini, di hatiku
setiap bilik hatiku, adalah milikmu
Kini, ku serahkan cinta ini padamu...
Bagaimana bisa
ku melapas kan mu yang datang
Sedangkan yang pergi tidak bisa tercegahkan
Tak salah juga malam menemukan cinta
Gerimis hatiku
kau sirnakan dengan mentari pagi mu
Jangan merasa bersalah
karena, aku masih menunggu siang
di ujung jalan itu
Kau datang
sungguh aku senang
Jangan pergi lagi
Tetap lah di sini, di hatiku
setiap bilik hatiku, adalah milikmu
Kini, ku serahkan cinta ini padamu...
Bagaimana bisa
ku melapas kan mu yang datang
Sedangkan yang pergi tidak bisa tercegahkan
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusHanya ingin membantu koreksi typo (kesalahan penulisan)
BalasHapusgelgar : ?
mungkin yang dimaksudkan gelegar
racut:? (tidak ada dalam KBBI)
mungkin yang Sakura maksudkan adalah rajut
bergeming : diam atau tidak bergerak sedikitpun (KBBI). Jadi, kalau tak bergeming = tak diam = bergerak.
masuk-ki:?
masuki: masuk ke dalam
cek http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/
Untuk penulisan pronomina (kata ganti) khususnya kata ganti milik (kau-, ku-, -ku, -mu, -nya) ditulis serangkai.
seperti :
melirik nya -> meliriknya
kesunyian ku -> kesunyianku
ku hampiri -> kuhampiri
cek http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Pedoman_Ejaan
Semoga Sakura berkenan :)
tak taro` lagi... makasih atas koreksinya....dan ini menjadi pelajaran yang sangt berarti bagi ku, soalnya selalu mengacuh kan hal2 seperti ini, dan ternyata fatal yah:(
BalasHapusMOHON BANTUANNYA
Dear Sakura,
BalasHapusDihapus aja, gpp kok. Yang penting bisa share wawasan. Aku juga tau hal-hal ini dari teman-teman blogger juga, sayang kalau ilmu cuma disimpen sendiri.
Tadinya aku mau kirim ke email kamu, tapi aku nggak nemu.
Jangan anggap sok ngajarin ya..., karena aku juga sedang belajar, artinya kita sama-sama belajar. :) okey...
Salam, Ning
Ini bukan soal hapus menghapus... :)
BalasHapusbagi ku ini hal yang luar bisa... karena memang sebenarnya temen2 pada komentarin soal itu mbak neng... gak bermaksut menghapus... silakan... Blog ini zona bebas untuk di kritik...
Sekali lagi minta maaf...
Aduh jadi gak enak banget... gimana gt kesannya... hiks maaf...
hhuhuhuhu...sakura,gerimis jg hatiku membaca blog mu yg mendayu-dayu :)
BalasHapus