|
|||||
Tulisan Sebelumnya
Link
Blogger |
28 Oktober, 2009Jelang dia pergi....ketika malam menjelma menjadi sunyi, hanya angin yang masih berbisik pada alam... aku memeluk tubuhnya erat, kubenamkan kepalaku didadanya, air matamu bak hujan yang berjatuhan kebumi tiada henti... kedua tanganku merangkul tubuhnya begitu kuat... "jangan pergi..." tidak ada kata lain selai kata itu... Semuanya.... kebersamaan diantara kami berdua menjelma menjadi ingatan yang tidak pernah ingin aku akhiri, menghentak-hentak dinding hatiku, ibarat gelombang yang menyapu semua semangatku saat mengingat dia tidak akan bersamaku lagi... rasa egoisku muncul, apapun alasanya aku tetap tidak mau menerima... alasan ku hanya satu "CINTA" itu mengapa aku tetap ingin dia disisiku... Namun... Akhirnya logikaku bermain disaat kesedihan sudah mendasar, tidak ada lagi titik kerendahan kepedihan selain menerima... "aku ingin menyelsaikan kuliahku, Insya Allah kita akan bersama lagi" ia mencoba memberikan pengertian padaku walaupun banyak dengan bisunya... Kini aku menerima... seiring waktu Kebersamaan ini telah mengajarkan aku banyak hal tentang hidup... Sebuah rumah tangga dan tanggung jawab tidak mudah membangunya, tidak cuup dengan modal cinta... cinta akan mudah kandas jika tidak ada yang bisa diandalkan dalam hidup... aku jadi mengerti kenapa banyak orang bilanng "makan tuh cinta" Ternyata benar... kita tidak mungkin bisa bertahan hanya dengan cinta sebagai modal hidup, tanpa arah yang pasti... jika ingin bersama... banyak yang harus disiapkan. Sangat berat menjalani hidup sebagai pasangan Lesbian... Dan kekasihku sayang... Aku melepaskanmu kembali jauh dariku itu karena masa depanmu dan masa depanku... Semoga suatu saat nanti kita akan tetap bersama dengan persiapan lebih matang... * * * Pergilah... Kita sama-sama melangkah pergi menuju masa depan kita masing-masing... Walaupun jarak jauh...jaga cintaku.... 08 Agustus, 2009TakdirDiantara buayan angin dan dinginya malam...
seorang gadis memohon kepada sang kekasih "bawa aku pergi dari sini... aku sungguh hidup denganmu..." sang kekasih hanya bisa terdiam tak bergeming. Tak ada jawaban, lalu ia melangkah pergi bersama malam... dia mersa terlalu lemah sebagai wanita untuk menentang takdir dan garis hidup yang terpaksa dijalani... Seandainya saja... mereka punya sedikit waktu untuk pergi bersama diam-diam melewati malam meninggalkan hidup yang mereka jalani. Sayangnya, sang kekasih sang gadis masih merasa lemah untuk menentang takdirnya sendiri... 01 Mei, 2009Ketika sakuraku berguguran kembaliSenja mulai merayap kekuning-kuningan. Angin berhembus pelan menerpa wajahku yang masih berlipat. Aku berdiri mematung di depan pintu memandangi rerumputan yang bergoyang kesana-sini di sapa angin sore. Aku menghela napas panjang. Sakit dan berat rasanya. Aku benar-benar ingin sendiri… semuanya berubah begitu cepat. “aku berjanji akan menunggumu, hingga kamu kembali…” itulah kata-kata terakhir darinya, namapaknya ia begitu yakin dengan ucapanya. “tunggu aku. Tidak akan lama…” timpalku tak kala yakin
Beberapa kali aku menghubunginya dan perasaan itu sama, namun dalam hitungan hari, saat aku kembali padanya… semuanya sudah berubah. Dimana aku menantikan waktu-waktu menjumpainya. Di mana hatiku berjanji tidak akan meninggalkanya lagi, di mana hatiku yakin bahwa perasaan ini telah punya tempat yang tepat untuk berteduh “kita hanya bisa berencana sebagai manusia. Tapi, Tuhan yang merencanakan semuanya. Cintaku untukmu sudah terkikis habis dengan datangnya laki-laki itu dalam hidupku. Dia begitu sempurna… tahun depan kami akan menikah. Kau datang kan?” aku menelan ludahku getir. Apa dayaku…dia akan memilih laki-laki itu ketimbang aku… sebesar apapun cintaku padanya sama sekali tidak aka ada arti dimatanya. Dia sangat berbeda… semua cintanya berterbangan sore itu… tak ada lagi tersisa. Aku menggigit bibirku… akulah yang berkata padanya awal hubungan kupadanya “aku hanya ingin menemanimu sampai kau menemui laki-laki dalam hidupmu, setelah itu aku akan melepaskanmu…” “jika aku menemukan laki-laki itu, apa kau tidak menyebutku sebagai penghianat?” “tidak. Wanita secanti kau akan menikah…”aku tergelak. Dia teradiam mendengar kata-kataku “bagaimana dengamu? Kau akan ditinggalkan lagi” suaranya mulai serak. Biasanya dia akan menangis jika sedikit saja hatinya tersentuh. Dia begitu sensitive… “yah… aku sudah terbiasa. Terbiasa ditinggalkan…” jawabku begitu lantang padanya. Dia mendehem. Karena pada saat itu aku yakin bahwa perasaan seperti ini tidak akan cepat berlalu.
Ketergantunganya padaku membuat aku yakin bahwa cintanya tidak akan cepat sirna… yaaaahhh…aku tidak akan pernah menang melawan seorang laki-laki untuk merebutkan cinta seorang wanita. Memang benar dulunya dia sangat mencintaiku… memang benar semua hatinya memang untukku… memang benar semua hidupnya coba ia curahkan untukku… tapi hidup terus berputar, karena tak ada yang abadi… “aku tidak akan menyangka semunya akan terjadi begitu cepat…” ia tebatah-batah menjelaskan “aku…aku…aku tidak mau berbohong padamu. Dia teman SMPku. 14 tahun aku menahan perasaan ini padanya… dan selama itu juga ternyata perasaan ku itu sama denganya… selama empat belas tahun ini dia mencariku…” ada sisi hatiku yang teriris mendengarnya. “maafkan aku…” ia menyambung kata-katanya. Kami sama-sama terdiam… hari yang sudah begitu lama kunantikan, jadi begini…hancur “hmmm… siapa nama laki-laki itu?… ceritakan padaku” kataku cepat. Dia sedikit kaget. Lalu ia mulai bercerita tanpa beban, aku melihat cinta dan harapan begitu besar di matanya. Mana mungkin aku tega menghancurkan impian seorang wanita yang kucintai hanya karena rasa egoisku dan cintaku yang tak lagi terbalas. “karena aku merasa bahwa kau adalah teman terbaiku makanya aku bercerita ini padamu” teman terbaik? Kata kekasih sudah di gantinya dengan kata itu… argh!!! Ingin sekali aku berteriak di depanya pada saat itu… “tidak apa-apa. Cinta tidak pernah salah…” kataku sok bijak… begitu lama kami terdiam, namun tiba-tiba tangisku meledak, bagaimanapun ini sangat sulit bagiku dan hatiku tidak bisa dibohongi… ia tertegun… “maafkan aku…”hanya itu ucapanya “aku aku…hanya tidak tau apa yang harus kulakukan besok pagi tanpamu… kenapa kau begitu egois?…kenapa kau tidak menepati janjimu untuk menungguku?…” tangisku meledak… setelah puas memuntahkan semua isi hatiku padanya, aku menyeka air mataku… aku Nampak bodoh sekali pikirku… “kejarlah cintamu… tak ada yang salah jika kau kembali ke jalan yang sebenarnya, jalan yang seharusnya kau tapaki. Mungkin aku akan sedih dua hari tiga hari…tapi, hidup itu akan selalu bergulir…aku melepaskanmu… aku sudah memaafkan semuanya… dan hutang janjimu sudah kuanggap lunas…” setelah mengecup keningnya satu kali aku berlalu darinya dengan membawa rasa sakit hati yang luar biasa menghujam hatiku… aku ingin sekali berbalik, tidak! Dia sudah memilih jalanya sendiri. Jalan yang seharusnya dia berada. Jika aku aku berbalik aku adalah orang yang paling menyedihkan di dunia ini. Cinta itu memberi… * * *
Setidaknya aku pernah memasuki hidupnya dan menjadi teman terbaik untuknya… dia sudah bahagia dengan hidupnya, seharusnya aku juga bahagia, karena dulu aku sangat menghawatirkan ketergantunga dirinya padaku. Aku tidak perlu mencemaskan dia lagi. Karena saat ini sudah ada orang lain yang berhak menjaganya…
Ini adalah resiko yang harus aku jalani… keputusan yang seharusnya dulu aku pahami dampaknya dengan jiwaku. Dia bukan seorang lesbian sepertiku, hanya seorang perempuan yang kesepian yang tiba-tiba saja hidupnya di masuki oleh orang sepertiku yang hari-harinya nampak berarti karena di isi olehku… namun setelah semuanya sudah selsai. Selsai. Kalaupun ada rasa sakit itu adalah resoko yang harus aku jalani dari dulu. Pengembara cinta sepertiku resekonya adalah di tinggalkan. Aku tidak tau apakah ada cinta sejati untuk orang sepertiku? Hufz… seperti katanya “aku ingin kau seperti aku…” maksutnya normal. Oh Tuhan, permintaan itu kuanggap sangat gila. Sama halnya aku meminta seorang wanita normal untuk menjadi seorang lesbian. “tidak! Ini adalah hidupku. Dan ini adalah takdirku”
Kadang aku berpikir apa orang-orang yang pernah mejalani hubungan denganku akan merindukanku? Semua jenis wanita pernah menjalani hubungan denganku… tapi sayang semuanya berakhir teragis. Tapi, ini adalah sebuah kisah-kisah kecil dalam hidupku… aku mempelajari banyak sifat manusia dan reaksi manusia ketika merasa bahagia di cintai, merasa kecewa di hianati, merasa hancur di tinggalkan… hah! Kenapa aku melakukan percobaan dengan diriku sendiri. Dasar wanita aneh…jadi rasa sakitnya begini...
Selamat tinggal kekasih… Sakuraku kembali berguguran… Musim semi tahun depan bunga sakuranya akan berapa lama bertahan yah? Adakah bunga sakura yang tumbuh di pelosok bumi tak pernah gugur?
Mungkin… Sakit sekali rasanya… akan sulit mentrapi hati dan perasaanku kembali nampaknya. Tapi aku harus melakukanya…
18 Maret, 2009kEKASIH MASA LALU (BAG 2)Mataku nanar, menuju ke arah jendela,berharap sosok yang kunanti akan muncul. Setidaknya aku ingin bertanya namanya. 30 menit waktu berlalu, dan nampaknya Dosen didepanku sama sekali tidak bersemangat memberikan materi, baru 30 menit ia menjabarkan materi mata kuliah, akhirinya di sudahnya, dengan alasan tidak enak badan. Seisi kelas bergemuruh riang. "Hei..." seorang gadis tubuh kurus mengulurkan tangan ke arahku, aku menyabutnya "Heni..." ia menyebut namanya singkat, lalu duduk tepat di sampingku. Sebelum aku melanjutkan obrolan bersama Heni gadis yang baru beberapa menit kukenal ini "Hoi..." aku kaget setengah mati, sebuah tepukan keras mendarat di pundaku. Astaga. Si tomboy itu, teman ketika OSPEK kemaren, setelah acara bulan-bulana mahasiswa baru itu usai, si timboy ini mendadak pupoler. Ia mau saja di jadikan objek lucu-lucuan para senior, apapun ia lakukan... hufz, kebetulan aku adalah salah satu grupnya, jadi aku mengalami kegilaan itu bersamanya "aku kekosanmu yah, boleh gak?" "boleh, nih kenalin temen sekelasku..." Arin si tomboy menjabat tangan Heni, sambil menerbangan senyum misterius. "kamu mau ikut Hen? kita istirahat di kosanku" Heni mengangguk. Dia belum juga muncul. Aku dan ketiga teman baruku keluar dari kelas. Langkahku berhenti sejenak. Mataku menangkap sosok yang ingin kutemui beberapa hari ini. itu dia... duduk diantara para mahasiswa lainnya asik ngobrol. Aku menghampirinya. "maaf mbk..." ia menoleh ke arahku. Ia tersenyum "eh, yang kemaren kan?" aku mengangguk dan mengucapkan terimakasih karena membatu acara tersesatku. Akhirnya kutau namanya, Mala... |
Jika cintaKetika kita punya cinta, kita tidak ingin yang lain. Terbaik
Artikel |
|||
| Menuggu Senja - Free Skin | |||||